Sistem Akuntansi di Indonesia

Sistem Akuntansi di Indonesia

Akuntansi-freepik-com

Pada setiap organisasi  pasti membutuhkan sistem pembukuan agar seluruh transaksi keuangan didalam organisasi tersebut tertata. Hal ini dikarenakan akuntansi yang menyangkut pembuatan rencana operasi serta keuangan perusahaan akan menjadi salah satu sumber informasi mengenai status organisasi ataupun perusahaan secara akurat.

Sebab pembukuan akuntansi membutuhkan pencatatan yang banyak serta perhitungan yang tepat. Pada proses pembukuan akuntansi, lebih baik menggunakan sebuah sistem akuntansi keuangan yang lengkap untuk mempermudah prosesnya.

Mengenal Akuntansi di Indonesia

Apa yang yang dimaksud sistem akuntansi? Sistem akuntansi merupakan suatu metode serta prosedur untuk melaporkan dan mencatat kondisi serta informasi keuangan bagi manajemen perusahaan ataupun organisasi bisnis.

Tujuan utama dari sistem akuntansi ialah untuk memberikan informasi pada pihak eksternal dan internal tentang operasional serta keuangan perusahaan, serta untuk meminimalkan kekeliruan dalam catatan akuntansi. Output dari sistem akuntansi bisa digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan bisnis dan keberlanjutan bisnis.

Mengelola pembukuan di Indonesia terkadang menyulitkan dan juga memakan waktu yang banyak. Berikut ini hal yang harus Kamu ketahui mengenai sistem akuntansi di Indonesia:

Mata uang dan bahasa lokal

Badan usaha pada biasanya menggunakan mata uang lokal dalam laporan keuangan mereka dan juga dalam pembukuan. Sebuah badan usaha dapat menggunakan mata uang lain, tetapi tergantung pada lingkungan ekonomi utama di mana mereka beroperasi. Biasanya di sinilah transaksi penjualan terjadi serta daftar harga produk dalam mata uang tersebut.

Periode Akuntansi

Pembukuan serta laporan keuangan dibentuk menggunakan kalender 1 Januari sampai dengan 31 Desember sebagai tahun pembukuan dan juga sebagai tahun fiskal untuk keperluan pajak itu sendiri. Namun, perusahaan juga diizinkan untuk memilih tahun fiskal yang tidak dimulai pada 1 Januari.

Dasar-dasar

Badan usaha harus manggunakan dasar akrual akuntansi dalam mengenali serta mengukur satu persatu laporan keuangan. Yang dimaksud dengan Akrual adalah suatu metode akuntansi yang mana penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi terjadi, bukan ketika uang kas untuk transaksi-transaksi tersebut diterima atau dibayarkan. Akrual dapat mempengaruhi nilai dari suatu neraca sebab melibatkan aset dan kewajiban. Dengan landasan ini, berarti transaksi yang ada sudah dikenali saat terjadinya dan ketika syarat tertentu dipenuhi. Dengan ituntidak perlu mencatat transaksi ketika uang diterima ataupun tagihan dibayar.

Standar akuntansi di Indonesia

Standar Akuntansi Keuangan (atau SAK) adalah kerangka akuntasi standar untuk menyiapkan laporan keuangan di Indonesia. Sebagian besar standar ini diadaptasi oleh International Financial Reporting Starndard (IFRS).

Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) ialah kerangka akuntansi standar yang setaraf dengan SAK, akan tetapi hanya ditargetkan untuk perusahaan kecil serta menengah. Jika badan usaha ingin memperoleh investasi, hal ini dapat menjadi sebuah solusi. Laporannya mencantumkan informasi seperti penilaian aset tidak berwujud, aset tetap, ekuitas. Tetapi, laporan laba rugi tidak selalu dicantumkan di dalamnya.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) berlaku pada badan usaha yang mempunyai transaksi berbasis syariah.
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) merpakan standar akuntansi yang digunakan oleh pemerintah.

Menurut hukum, seluruh pembukuan serta catatan harus disimpan selama paling tidak 10 tahun setelah akhir periode pelaporan perusahaan.

Laporan Keuangan

Satu kerangka laporan keuangan terdiri dari laporan posisi financial (neraca keuangan), laporan arus kas, laporan laba-rugi, dan laporan perubahan ekuitas serta catatan untuk laporan keuangan. Laporan-laporan tersebut dituliskan menggunakan metode komparatif atau perbandingan dengan informasi yang serupa dengan tahun sebelumnya.

Tujuan Sistem Akuntansi Keuangan

Terdapat beberapa tujuan sistem akuntansi keuangan, yang dapat menjelaskan mengapa sistem tersebut menjadi salah satu bagian yang penting dalam berjalannya suatu bisnis dan perusahaan.

Selain akuntansi yang bermanfaat untuk mengendalikan kegiatan perusahaan, ada beberapa tujuan lain akuntansi bagi bisnis. Berikut merupakan beberapa tujuan proses akuntansi dalam sistem akuntansi;

Memberikan informasi untuk pengelolaan kegiatan usaha baru

Hal ini karena untuk membangun bisnis baru, perusahaan sangat butuh untuk mengembangkan sistem akuntansi. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, perusahaan memerlukan pengembangan sistem akuntansi yang lengkap untuk  membantu kelancaran operasional perusahaan.

Memperbaiki informasi dari sistem yang sudah ada

Dalam banyak kasus, seringnya sistem akuntansi tidak mampu memenuhi akurasi tampilan, kualitas,  dan persyaratan struktural informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan, perkembangan bisnis perusahaan dan departemen akuntansi dituntut untuk menghasilkan laporan dengan informasi yang lebih berkualitas serta penyajian yang akurat dengan struktur informasi yang memenuhi keperluan perusahaan.

Untuk meningkatkan manajemen akuntansi dan pengendalian internal

Pembukuan merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada aset perusahaan ataupun organisasi. Perkembangan sistem akuntansi selalu bertujuan untuk semakin memperbaiki dan mengamankan perlindungan terhadap aset-aset perusahaan.

Agar meminimalisir biaya operasional dalam penyelenggaraan pencatatan akuntansi

Akuntansi menjadi sebuah informasi yang termasuk dalam barang ekonomi, karena untuk mendapatkannya, perusahaan butuh untuk melakukan pengorbanan sumber daya ekonomi lainnya. Jika pengorbanan  dapat melebihi manfaat yang diperoleh perusahaan, maka perlu ada perancangan ulang sistem untuk mengurangi pengorbanan sumber daya penyedia informasi.

Tinggalkan Komentar

You have to agree to the comment policy.