Seperti Apa Laporan Tahunan Perusahaan?

Seperti Apa Laporan Tahunan Perusahaan?

laporan-perusahaan-tahunan-freepik

Laporan tahunan merupakan laporan komprehensif yang mencatat daftar aktivitas perusahaan sepanjang tahun sebelumnya atau dapat juga dibilang ringkasan keuangan dari aktivitas perusahaan sepanjang tahun bersama dengan analisis manajemen atas posisi keuangan perusahaan saat ini serta rencana masa depan.

Laporan tersebut disiapkan pada akhir tahun fiskal untuk pengguna eksternal agar memperoleh informasi keuangan mengenai cara kerja internal perusahaan serta rencana manajemen apa saja yang nantinya akan dilakukan di masa yag akan datang. Bertujuan untuk memperoleh informasi pada pengguna, seperti calon investor atau pemegang saham, kinerja keuangan perusahaan dan tentang operasi.

Akhir tahun biasanya sangat sibuk untuk perusahaan. Di setiap Perusahaan pasti akan menjalankan banyak hal di akhir tahun. Untuk Anda yang mungkin belum familiar dan masih bingung dengan apa saja yang akan dilakukan saat laporan akhir tahun, berikut panduannya;

Merancang Rencana Kerja

Direksi di sebuah PT atau perusahaan akan menyusun rencana kerja tahunan beserta anggaran tahunan. Rencana kerja dibicarakan bersama Dewan Komisaris atau dibahas melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sebenarnya hal tersebut tergantung pada anggaran dasar perusahaan yang ada.

Apabila anggaran dasar menentukan rencana kerja wajib memperoleh persetujuan dari RUPS, maka rencana tersebut harus ditelaah oleh Dewan Komisaris. Tetapi, jika Direksi tidak mengutarakan rencana kerja, rencana kerja yang digunakan ialah rencana tahun sebelumnya.

Pembukuan

Pembukuan merupakan proses pencatatan dan perhitungan segala kegiatan, transaksi, kerugian, keuntungan serta modal dan hal lainnya. Pada proses akhir pembukuan perusahaan, Direksi akan menyampaikan laporan tahunan pada RUPS. Laporan tahunan lebih dulu harus ditelaah Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 6 bulan sesudah tutup buku tahunan perusahaan. Laporan tahunan perusahaan pada umumnya akan diisi oleh :

  • Laporan arus kas
  • Laporan laba dan rugi dari buku tahunan perusahaan
  • Laporan tugas pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
  • Gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan juga anggota Dewan Komisaris perusahaan bagi tahun yang baru lampau
  • Laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial serta lingkungan perusahaan

Laporan keuangan perusahaan bagi laporan tahunan harus disusun menurut standar akuntansi keuangan Organisasi Profesi Akuntansi Indonesia. Laporan laba-rugi dari dan neraca tahun buku juga wajib diaudit serta disampaikan pada Menteri.

Sebelum diadakannya RUPS, laporan tahunan harus ditandatangani semua oleh anggota Direksi serta Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku yang sebelumnya. Untuk anggota Direksi serta Dewan Komisaris yang tidak menandatangani laporan tahunan harus menjelaskan alasan secara tertulis. Alasan itu bertujuan untuk bahan pertimbangan penilaian laporan tahunan perusahaan.

Tujuan Laporan Tahunan

  • Sarana pemasaran dalam bentuk tertulis.
  • Menunjukkan pencapaian manajemen atas sumber daya yang sudah dipercayakan.
  • Menyediakan informasi mengenai kinerja, posisi keuangan, serta perubahan posisi keuangan perusahaan.
  • Informasi penting untuk investor yang akan berinvestasi kepada perusahaan untuk bisa mengetahui keadaan perusahaan.
  • Sebagai dokumen yang berisi informasi tentang kinerja perusahaan serta laba rugi selama satu tahun.
  • Memberi gambaran mengenai peran, tugas, serta pekerjaan masing-masing bidang yang ada di dalam perusahaan.

Tahapan Laporan Tahunan

Humas yang membuat laporan tahunan sebuah perusahaan harus memastikan tahapan-tahapan berikut agar menjadi laporan tahunan yang baik:

  1. Menentukan pada siapa laporan tahunan dibuat. Publik sasaran pada umumnya merupakan analisis keuangan, calon investor, pemerintah, karyawan, hingga media massa.
  2. Laporan dibentuk untuk memperoleh informasi tentang prestasi perusahaan yang telah dicapai.
  3. Membuat laporan tahunan semenarik mungkin dengan desain yang menarik serta lengkap dan tidak hanya berisi tulisan dan angka.
  4. Membuat klasifikasi laporan menjadi beberapa bagian supaya mudah dimengerti. Seperti surat kepada pemegang saham, operasi perusahaan, ringkasan  keuangan, perkembangan perusahaan,  pernyataan keuangan, direksi perusahaan, dan informasi seputar karyawan.
  5. Menentukan tema laporan dan juga hal-hal penting apa saja yang nantinya ada di dalam laporan tahunan, termasuk kunci utama yang akan disampaikan kepada publik sasaran.
  6. Memasukkan komentar pimpinan perusahaan, untuk menunjukkan komitmen dari pihak manajemen dalam memenuhi misi serta visi dari perusahaan.

Tinggalkan Komentar

You have to agree to the comment policy.