Apa Saja Syarat Yang Diperlukan Untuk Penutupan Perusahaan?

Jurnal Penutup Perusahaan Jasa Sebelum membahas tentang contoh dan cara pembuatan jurnal penutup, kamu perlu memahami terlebih dahulu akun-akun apa saja yang membutuhkan jurnal penutup.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, bahwa akun-akun yang memerlukan jurnal penutup adalah akun-akun sementara, yaitu:

Akun Pendapatan

Sesuai namanya, akun ini berfungsi untuk mencatat besar pendapatan yang peroleh perusahaan.

Secara umum, pendapatan dapat ke dalam dua kategori, yakni pendapatan dari penjualan barang atau jasa yang oleh perusahaan, dan pendapatan yang tidak berkaitan dengan jenis usaha yang oleh perusahaan, misalnya pendapatan bunga.

Akun Beban atau Biaya

Akun beban atau biaya terdiri dari pos-pos pengeluaran yang perlu untuk operasional perusahaan.

Umumnya, beban juga dapat menjadi dua. Pertama, beban administrasi yang meliputi pengeluaran perusahaan untuk keperluan administrasi, seperti pembelian alat tulis dan biaya listrik kantor.

Kedua, beban biaya operasional yang meliputi pengeluaran perusahaan untuk aktivitas operasional produksi barang atau jasa, misalnya biaya gaji buruh, biaya ekspedisi, dan sebagainya.

Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary)

Income Summary atau ikhtisar laba rugi adalah akun sementara yang digunakan untuk menutup akun pendapatan dan beban. Akun ini nantinya akan hilang pada laporan keuangan.

Baca juga: Bagaimana Rumus dan Cara Menghitung Laba Rugi?

Dividen

Apabila perusahaan mencatat adanya pembagian dividen bagi para pemegang saham, maka atas dividen tersebut perlu pembuatan jurnal penutup. Alasannya adalah karena nantinya akun ini akan menjadi bagian dari akun ekuitas pada laporan posisi keuangan.

Prive

Sama halnya dengan dividen, apabila owner mengambil sejumlah uang perusahaan untuk membiayai keperluan pribadi, maka atas jumlah tersebut perlu adanya jurnal penutup perusahaan jasa. Karena akun prive akan menjadi bagian dari akun ekuitas pada laporan posisi keuangan.

Cara Membuat Jurnal Penutup

Pembuatan Jurnal Penutup (closing entries) sendiri penyesuaian dengan jenis akun yang ingin proses penutupan. Berikut ini adalah beberapa jenis cara pembuatan jurnal penutup berdasarkan jenis akun yang membutuhkan jurnal penutup:

Akun Pendapatan

Akun ini tutup dengan cara memasukkan total pendapatan pada sisi debit, dan ikhtisar laba rugi pada sisi kredit. jurnal penutup perusahaan jasa

Beban Biaya

Akun beban atau biaya penutupan perusahaan dengan cara memasukkan total beban atau biaya pada sisi kredit, dan ikhtisar laba rugi pada sisi debit.

Ikhtisar Laba Rugi

Akun ini ditutup dengan cara menghitung selisih antara pendapatan dan biaya. Apabila pendapatan lebih besar dari biaya, maka akun ini akan masuk proses penutupan dengan cara memasukkan selisih lebih pendapatan pada sisi debit dan laba ditahan pada sisi kredit.

Sebaliknya, apabila biaya lebih besar dari pendapatan, maka akun ini penutupan dengan cara memasukkan selisih lebih biaya pada sisi kredit dan laba tertahan pada sisi debit.

Dividen dan Prive

Cara menutup akun dividen dan prive pada dasarnya sama, yakni dengan meletakkan total dividen yang akan terbagi-bagi atau prive yang akan ambil pemilik pada sisi kredit, dan laba akan tertahan pada sisi debit.

Contoh Jurnal Penutup

Dilansir dari buku “Asas-Asas Akuntansi” dan “Dasar-Dasar Akuntansi”, contoh jurnal penutup bisa dilihat di bawah ini.

Diketahui informasi akun dan rekening pada perusahaan Firma Haris sebagai berikut.

 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, cara membuat hingga contoh jurnal penutup. Dalam level keuangan personal, kamu tidak perlu membuat jurnal penutup. Namun perlu mengelola keuangan secara baik, misalnya dengan mengalokasikan sebagian dana untuk investasi.

 

Tinggalkan Komentar

You have to agree to the comment policy.